Kalam (الكَلَامُ) dalam istilah ilmu nahwu adalah sesuatu yang di dalamnya berkumpul empat perkara. Yakni lafadz (ucapan), murokkab (tersusun), mufid (memberi faidah) dan bil wadl'i (dengan bahasa arab). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Jurumiyah: الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع Artinya: "Kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberi faidah dengan menggunakan bahasa arab." Untuk memahami pengertian ini, kita perlu mempelajari lebih dalam apa yang dimaksud dengan lafadz, murakkab, mufid dan bil wadl'i. Sehingga kita bisa mengetahui secara utuh apa itu kalam. 1. Lafadz Yang dimaksud dengan lafadz adalah suara/ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyah. Misalnya lafadz "kitaabun" (كتاب), "masjidun" (مسجد) dan "Zaidun" (زيد). Lafadz-lafadz tersebut merupakan ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyah. Beda dengan suara klakson, suara gemercik air, dan suara-suara yang tidak mengandung huruf hijaiyah maka itu tidak termasuk...
Amil-amil yang masuk kepada mubtada’ dan khabar ada 3 macam: kana dan sesaudaranya, inna dan sesaudaranya, dzanna dan sesaudaranya. 1. Kana dan Sesaudaranya (كان وأخواتها) Pengamalannya adalah merafa’kan isim (mubtada’) dan menashabkan khabarnya. Kana dan sesaudaranya adalah: a. كَانَ (ada, terjadi) b. أَمْسَى (memasuki waktu sore) c. أَصْبَحَ (memasuki waktu pagi) d. أَضْحَى (memasuki waktu dhuha) e. ظَلَّ (pada waktu siang) f. بَاتَ (pada waktu malam) g. صَارَ (menjadi) h. لَيْسَ (tidak) i. مَازَالَ (senantiasa) j. مَااِنْفَكَّ (senantiasa) k. مَافَتِئَ (senantiasa) l. مَابَرِحَ (senantiasa) m. مَادَامَ (senantiasa) Termasuk juga tashrif (perubahan kata) dari kata-kata di atas, seperti: كَانَ - يَكُونُ- كُنْ (telah terjadi, sedang terjadi, jadilah) أَصْبَحَ - يُصْبِحُ - أَصْبِحْ (telah pagi, sedang pagi, masukilah waktu pagi) Contohnya: كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا (Zaid telah berdiri), وَلَيْسَ عَمْرٌو شَاخِصًا (‘Amr tidak pergi). 2. Inna dan Sesaudaranya (إن وأخواتها) Pengamala...
Macam-Macam I’rob I’rab Diklasifikasikan Menjadi 4 Melanjutkan ke materi di kitab Jurumiyah, macam-macam i’rab dibagi menjadi 4 . Berikut ini penjelasannya. وأقسامه أربعة: رفع ونصب وخفض وجزم؛ فللأسماء من ذلك الرفع والنصب والخفض ولا جزم فيها، وفي الأفعال الرفع والنصب والجزم منها، ولا خفض فيها. “ Pembagian i’rob ada 4: rofa’, nashab, khofadh (jer) dan jazem. Bagi isim, i’robnya adalah rofa’, nashab, dan jer, tidak ada jazm baginya, sementara untuk fiil: rofa’, nashab, dan jazm, tidak ada jer baginya “. Empat Jenis I’rab Tersebut: I’rab rofa’ I’rab nashob. I’rab Jer (Khofdh). I’rab Jazm. Dari ibarat di atas, diambil kesimpulan: i’rob yang bisa masuk pada kalimat isim: rofa’, nashob, jer. i’rob yang khusus masuk pada kalimat isim adalah: jar (khofadh). i’rob yang tidak bisa masuk kepada isim adalah: jazm . i’rob yang bisa masuk pada kalimat fi’il: rofa’, nashob, jazem. I’rob jazm khusus masuk ke kalimat fiil . i’...
Komentar
Posting Komentar