Kalam (الكَلَامُ) dalam istilah ilmu nahwu adalah sesuatu yang di dalamnya berkumpul empat perkara. Yakni lafadz (ucapan), murokkab (tersusun), mufid (memberi faidah) dan bil wadl'i (dengan bahasa arab). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Jurumiyah: الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع Artinya: "Kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberi faidah dengan menggunakan bahasa arab." Untuk memahami pengertian ini, kita perlu mempelajari lebih dalam apa yang dimaksud dengan lafadz, murakkab, mufid dan bil wadl'i. Sehingga kita bisa mengetahui secara utuh apa itu kalam. 1. Lafadz Yang dimaksud dengan lafadz adalah suara/ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyah. Misalnya lafadz "kitaabun" (كتاب), "masjidun" (مسجد) dan "Zaidun" (زيد). Lafadz-lafadz tersebut merupakan ucapan lisan yang mengandung huruf hijaiyah. Beda dengan suara klakson, suara gemercik air, dan suara-suara yang tidak mengandung huruf hijaiyah maka itu tidak termasuk...
Pelajaran Nahwu 9 : BAB I’ROB (بَابُ الإِعْرَابِ) الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيْرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا (al i’roobu huwa taghyiiru awaakhiril kalimi likhtilaafil ‘awaamilid daakhilati ‘alaihaa lafzhon au taqdiiron) I’rob adalah perubahan tanda pada akhir kata karena perbedaan ‘amil (faktor) yang masuk pada kata tersebut, baik perubahan itu secara lafazh (tersurat) atau secara perkiraan (tersirat). Penjelasan : Perubahan pada setiap kata (dalam bahasa arab disebut kalimat) dipengaruhi oleh perbedaan ‘amil (faktor yang menyebabkan berubah). Misalnya kata الرَّجُل (ar rojul) bila tidak ada ‘amil yang masuk padanya maka kedudukannya netral bisa الرَّجُلُ – الرَّجُلَ – الرَّجُلِ (ar rojulu – ar rojula – ar rojuli) tidak mu’rob, tidak mabni, tidak dirofa’, dan tidak pula yang lain. Tetapi apabila pada kata الرَّجُل (ar rojul) dimasuki oleh ‘amil maka akan berubah sesuai dengan jenisnya. Perhatikan tiga conto...
15 Isim yang dinashabkan: Kalimah Isim yang dibaca Nashab ada 15 : 1. Maful bih (objek) كَتَبَ الأُسْتَاذُ الدَّرْسَ "Guru menulis pelajaran " 2. Mashdar ضَرَبْتُ زَيْدًا ضَرْبًا "Aku telah memukul Zaed sebenar-benarnya " 3. Zharaf Zaman (keterangan waktu) تَعَلَّمْتُ الْعَرَبِيَّةَ الْيَوْمَ "Saya telah belajar Bahasa Arab hari ini " 4. Zharaf Makan (keterangan tempat) كَتَبَ أَحْمَدُ الدَّرْسَ أَمَامَ الْفَصْلِ "Ahmad menulis pelajaran di depan kelas" 5. Hal (keadaan) جَاءَ أَبِي رَاكِبًا "Ayahku datang sambil berkendaraan " 6. Tamyiz حَسُنَ مُحَمَّدٌ وَجْهًا "Muhammad itu tampan, wajahnya " 7. Mustasna رَحِمَ اللهُ عِبَادَهُ إلاَّ الْكَافِرَ "Allah merahmati hamba-hamba-Nya kecuali orang kafir" 8. Ismu Laa لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ " Tiada daya dan...
Komentar
Posting Komentar