A. Pengertian Kalam اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ, اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى Artinya Kalam adalah ucapan yang tersusun sehingga pendengar memahami maksudnya. Sesuai dengan objek pembicaraannya, maka ucapan tersebut harus dalam bahasa Arab. Sehingga suatu ucapan disebut kalam apabila memenuhi 4 (empat kriteria), yakni: Diucapan ( مَلْفُوْظٌ ) / Lafadz; yaitu : الصَّوْت المُشْتَمِلُ على بَعْضِ الحُرُوفِ الهِجَائيةِ “Suara yang melengkapi atas sebagian huruf hijaiyah” Disusun ( مُرَكَّبٌ ), yaitu : مَا تَرَكَّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فــاكْثَرَ “sesuatu yang tersusun dari pada dua kalimat, maka seterusnya ( lebih dari pada dua, yaitu tiga kalima, empat dan setrusnya)” Difahami dan (مُفِيْدٌ ), yaitu: ما أَفَادَ فائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوتُ مِن المُتَكَلِّمِ وَ السَّامِعِ عَلَيها “Sesuatu yang memberikan faidah dengan sempurna yaitu sekiranya mutakallim (pembicara) dan pendengar diam (tidak memberikan tanggapan)”. Pada s...
Pelajaran Nahwu 9 : BAB I’ROB (بَابُ الإِعْرَابِ) الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيْرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا (al i’roobu huwa taghyiiru awaakhiril kalimi likhtilaafil ‘awaamilid daakhilati ‘alaihaa lafzhon au taqdiiron) I’rob adalah perubahan tanda pada akhir kata karena perbedaan ‘amil (faktor) yang masuk pada kata tersebut, baik perubahan itu secara lafazh (tersurat) atau secara perkiraan (tersirat). Penjelasan : Perubahan pada setiap kata (dalam bahasa arab disebut kalimat) dipengaruhi oleh perbedaan ‘amil (faktor yang menyebabkan berubah). Misalnya kata الرَّجُل (ar rojul) bila tidak ada ‘amil yang masuk padanya maka kedudukannya netral bisa الرَّجُلُ – الرَّجُلَ – الرَّجُلِ (ar rojulu – ar rojula – ar rojuli) tidak mu’rob, tidak mabni, tidak dirofa’, dan tidak pula yang lain. Tetapi apabila pada kata الرَّجُل (ar rojul) dimasuki oleh ‘amil maka akan berubah sesuai dengan jenisnya. Perhatikan tiga conto...
الإعراب: هو أو تغير أواخر الكلم باختلاف العوامل الداخلة عليها لفظا، أو تقديرا “ I’rob adalah perubahan akhir kalimah (kata) yang disebabkan oleh perbedaan ‘amil yang masuk kepadanya, baik secara lafadz maupun dikira-kirakan (taqdiri) ” Dari pengertian tersebut, dapat kita tangkap, bahwa inti dari i’rob adalah perubahan akhir kata. Jadi, saat belajar i’rob, fokusnya adalah perubahan akhir kata, apakah nanti dibaca fathah, kasrah, dhammah, sukun, atau dengan membuang huruf. Kebalikan dari i’rob nanti adalah bina, yang artinya harakat huruf akhirnya tetap, tidak berubah. Perubahan akhir kata ini disebabkan karena amil yang masuk kepadanya. A’mil itu bervariasi, ada yang menuntut adanya fa’il (atau naibul fail), menuntut adanya maf’ul bih, atau menuntut majrur. Pembagian I’rob Dalam Ilmu Nahwu Dari pengertian i’rob di atas, kita bisa membagi i’rob menjadi dua macam yaitu: I’rob lafdzi i’rob taqdiri Dan sebenarnya masih ada satu lagi yang tidak disebutkan di kit...
Komentar
Posting Komentar